Latar Belakang
Pendidikan di negara ini masih
tergolong rendah. Kondisi ekonomi yang menyebabkan pendidikan masih begitu
sulit di capai oleh negara. Bukan hanya di ibukota potret anak-anak di jalan
yang seharusnya ada di sekolah justru lebih sering terlihat dijalan. Bahkan di
Makassar pun masih banyak pemandangan yang seperti itu, yang hampir disetiap
sudut kota kita jumpai.
Mereka yang setiap hari menggunakan
karung sebagai tasnya, sebuat pengait yang terbuat dari besi, juga topi SD atau
SMP yang seharusnya mereka kenakan ketika ke sekolah justru digunakan untuk
melindungi kepala dari sengatan panas matahari ketika mereka bekerja. Anak-anak
telah banyak kehilangan haknya atas pendidikan mereka sendiri.
Dari fenomena ini, para Warrior Save
Street Child Makassar merasa perlu ada perubahan yang dilakukan untuk mengatasi
kondisi yang sulit ini. Mereka mengusungkan DOTA sebagai suatu bentuk
kepedulian terhadap anak-anak yang terputus sekolah karena beban yang
seharusnya di tanggung orang tua justru diberikan ke anak. DOTA adalah kegiatan
yang memberikan kehidupan kepada anak-anak tentang betapa berharganya sebuah
pendidikan.
DOTA mengajak para relawan yang
ingin membantu anak-anak untuk kembali bersekolah. Kegiatan DOTA juga untuk
menggerakkan hati para masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap pendidikan
anak negri. Khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan sendiri. Dari kegiatan
DOTA ini di harapkan akan banyak anak yang putus sekolah bisa kembali
bersekolah dan mulai merajut kembali mimpi-mimpi mereka.
Tujuan Kegiatan
DOTA bertujuan untuk menyekolahkan
kembali anak-anak yang putus sekolah. Membawa mereka kembali merasakan
kelayakan yang mereka dapat seperti anak-anak lainnya.
