Mari Bergerak dan Menggerakkan

Saturday, 21 December 2013

KILAS BALIK MINI KONSER SSC MAKASSAR

08:57 Posted by SSC_MKS No comments
Semua anak-anak jalanan boleh bekerja di jalanan, asal mereka tidak tumbuh besar dijalanan. Karena jika pikiran mereka sudah terdoktrin dengan kehidupan yang begitu-begitu saja, mereka tidak akan berkembang dan selamanya akan terus dijalan, meminta-minta.

14 Desember 2013 kemarin, alhamdulillah Save Street Child Makassar sudah melaksanakan Mini Konser Street Child Makassar, Performed by anak-anak jalanan dan anak-anak desa nelayan. Dua kelas yang menjadi kelas binaan SSC Makassar sendiri. Mini konser sendiri adalah kegiatan dadakan yang diusung kak Arini Aris katanya, "Biar adek-adek gak kecewa karena Pentas Seninya batal, gimana kalau adain mini konser saja? Yah, konser kecil-kecilan. Yang penting mereka tampil." 

Dengan bantuan semua Crew dan Volunteer SSC Makassar akhirnya mini konser yang bertemakan "Road To Drama Musical Pelangi Untuk Masa Depan" gagasan Ardianti Aris sukses dilaksanakan dengan baik. Walaupun beberapa kendala sempat terjadi pada saat hari H. Namun, berkat semua orang-orang hebat Save Street Child Makassar (Pasukan Langit) semua bisa teratasi.

Nah, ini dia liputan dari Soul Magazine Makassar seputar mini konser 14 Desember 2013 kemarin.




Komunitas Save Street Child Makassar (SSC Makassar) : Semua Anak Itu Spesial

1
Berangkat dari niat yang tulus, Komunitas Save Street Child Makassar (SSC Makassar) bangkit kembali pada tanggal 26 April 2013 setelah lama vakum. Gerakan ini adalah komunitas yang beranggotakan orang-orang yang peduli terhadap permasalah anak jalanan dan memiliki jiwa sosial tinggi.
SSC Makassar dibentuk oleh anak muda, dikelola oleh anak muda dan bersifat indepeden, desentralis, juga kreatif, sesuai semangat muda. Mini concert yang berlangsung di Cafe Torabika Makassar Town Square (Mtos) yang bertajuk “Road To Theater `Pelangi Untuk Masa Depan`” salah satu bukti kembalinya semangat para volunteer yang pernah pudar.
“Konser mini ini selain penggalangan dana konser juga sebagai bentuk apresiasi kepada anak didik yang telah giat belajar dan sebagai ajang ‘show of’ bahwa anak jalanan juga bisa melakukan sesuatu yang membanggakan.” jelas Arini Lestari Aris selaku ketua Komunitas SSC Makassar.
Arini juga menambahkan bahwa komunitas Save Street Child tahun depan berencana akan menambah kelas baru dari dua kelas sebelumnya. Dengan adanya konser mini ini semakin banyak orang tahu tentang SSC dan tergugah ingin menjadi volunteer atau ingin menjadi donatur.
Konser mini dengan panggung kecil yang diisi penampilan oleh sahabat-sahabat kecil ini dengan polosnya mampu mengugah perasaan, menghibur dan mampu memberikan sebuah pelajaran hidup kepada penonton.
Komunitas Save Street Child bukan hanya memfokuskan diri dari segi pendidikan tapi juga membina dari segi moral karena mereka besar di jalanan ditambah lagi pola asuh orang tua yang kurang mengerti peran fungsi anak yang sebenarnya.
Save Street Child Makassar memiliki kelas Pasi (Pantai Losari), kelas Sayan (Desa Nelayan) dan program DOTA (Donasi Orang Tua Angkat). Program DOTA ini diperuntukkan bagi anak didik yang memiliki prestasi yang baik, rajin ke sekolah, dan anak yang bersedia. Sesuai tujuan DOTA untuk menyekolahkan kembali anak-anak yang putus sekolah. Membawa mereka kembali merasakan kelayakan yang mereka dapat seperti anak-anak lainnya.
“Harapan kami semoga Komunitas Save Street Child bisa menjadi yayasan untuk menampung seluruh anak jalanan.” tutu Arini dengan semangat. [ismud]
Untuk tambahannya biar gak bosen baca, kami tampilkan beberapa hasil jepretan teman-teman ketika Mini Konser berlangsung :D
Kak Arini Lagi wawancara sama Agil pake bahasa Isyarat :D

Gifo dulu setelah capek nyanyi :D


Mereka Menangis karena Agil :)
Kami bangga loh dek :')

Narsis sebelum pulang :)
Nah itu dia, sekilas Mini Konser Kemarin :) Semua dana yang terkumpul akan kami gunakan untuk pentas mereka lagi bukan Konser lagi tapi "DRAMA MUSIKAL". Dukung kami, biar yang lain ikutan bergerak untuk pendidikan anak negeri ini.

Selama usia kita masih muda, masih kuat melakukan ini-itu, kenapa harus menunda untuk melakukan kebaikan. Jangan sampai kehidupan tua nanti hanya diisi cerita omong kosong dengan anak cucu kita.

0 comments:

Post a Comment